Pernah ga merasa segala sesuatu yang kita inginkan tidak kunjung kita dapatkan ? Terkadang sepertinya kita merasa percuma berdoa, memohon-mohon pada Tuhan untuk dikabulkan, tetapi jawaban doa kita masih saja
belum kita dapatkan. Ekstremnya karena kita merasa doa kita tidak dijawab kita menganggap Tuhan itu tidak ada. Tapi tau ga temen-temen, kalau Tuhan itu punya waktu dan rencanaNya
sendiri buat hidup kita, Tuhan itu tau setiap keperluan dan kebutuhan kita, dan Dia akan memberikannya disaat yang tepat. Percayalah Tuhan itu ada dan selalu mendengarkan doa dan
permohonan kita.
Search
Senin, 24 November 2014
Menunggu waktu Tuhan
Senin, 17 November 2014
Tujuan Tuhan
Sebab Aku ini mengetahui rancangan- rancangan apa yang ada pada- Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN,
yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yeremia 29:11
Saat Tuhan menciptakan kita, Ia memiliki rencana serta tujuan bagi kita. Kita berada di dalam dunia ini bukan karena kebetulan, tetapi ada tujuan dan rencana Tuhan yang indah bagi kita. Tujuan Tuhan bagi kita adalah untuk menjadikan kita sebagai pemenang. Tuhan berfirman bahwa kita tidak akan menjadi ekor namun menjadi kepala, jalan hidup kita akan semakin naik dan tidak akan turun. Kalaupun kita sempat mengalami kegagalan, kita tidak boleh berputus-asa. Mari bangkit demi mencapai kemenangan. Kita harus selalu berfokus kepada Tuhan. Tetap percaya bahwa tujuan Tuhan adalah membawa kita kepada kemenangan. Begitu pula saat kita menghadapi masalah, janganlah kita tawar hati. Walaupun sepertinya kita berada di padang gurun, kita harus yakin bahwa itu bukanlah akhir dari tujuan hidup kita. Pada waktuNya, kita akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan. Masalah itu ada, supaya kita dapat melihat kemuliaan Tuhan. Masalah yang terjadi tidak akan pernah melebihi kekuatan kita. Persoalan yang terjadi hanyalah sebuah perjalanan yang harus kita lewati. Milikilah keteguhan iman.
Tuhan ingin membawa kita kepada rencanaNya yang indah, supaya kita dapat menggenapi tujuan hidup kita. Seringkali, rencana Tuhan berbeda dengan rencana manusia, tetapi ktia harus tetap percaya bahwa rancangan Tuhanlah yang terbaik bagi kita. Meskipun saat ini kita tidak mengerti kehendak Tuhan, jangan pernah takut, sebab Tuhan telah menyediakan yang terbaik. Tuhan rindu agar setiap kita dapat dipakai sebagai hambaNya, menjadi perpanjangan tanganNya, sehingga tujuan hidup kita hanyalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Oleh sebab itu apapun yang Dia berikan dalam hidup kita, biarlah kita dapat mengembangkannya supaya menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Serahkanlah hidup kita sepenuhnya bagi Tuhan, biarlah Dia yang memakai hidup kita bagi kemuliaanNya. Tuhan juga ingin memulihkan kehidupan kita menjadi lebih baik, sehingga semua yang buruk akan dijadikanNya menjadi baik.
Jangan merasa hidup kita tidak berarti, sebab hidup kita sangatlah berharga di hadapan Tuhan. Hidup kita sepenuhnya ada dalam tujuan dan rencana Tuhan, sebab Ia adalah Bapa yang sempurna yang memiliki tujuan yang terbaik bagi anak-anakNya. Jangan takut, sekalipun dalam hidup ini ada banyak persoalan sebab Tuhan beserta dengan kita. Mari kita jalani hidup ini dengan satu tujuan: untuk menyenangkan hati Tuhan saja. Biarlah setiap kita boleh mengikuti rencana-rencana Tuhan supaya kita dapat menggenapi tujuan hidup kita.
Iman Timbul Dari Pendengaran
Bukanlah tanpa tujuan jika Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut bagi manusia; tujuannya adalah supaya kita lebih banyak mendengar daripada berkata-kata, sebab "Di dalam banyak
bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." (Amsal 10:19) .
Maka dari itu firman Tuhan menasihatkan, "setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,..." (Yakobus 1:19) .
Tuhan menghendaki kita banyak mendengar, terutama dalam hal mendengarkan firman, sebab
"...iman timbul dari pendengaran, dan
pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17) . Banyak orang yang maunya hanya didengar oleh
orang lain sementara dirinya sendiri tidak mau mendengar orang lain.
Ketahuilah, salah satu penyebab kegagalan bangsa Israel adalah karena mereka tidak mendengarkan firman Tuhan dengan baik. "...engkau memasang telinga, tetapi tidak
mendengar." Karenanya Tuhan menyebut mereka sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Banyak orang
Kristen yang kurang memperhatikan dengan sungguh-sungguh ketika mereka sedang mendengarkan firman Tuhan. Secara fisik mereka berada di dalam gereja, tapi telinga tidak sepenuhnya diarahkan pada firman. Sementara seorang pengkotbah menyampaikan firman Tuhan,
ada yang justru tertidur pulas, atau memikirkan hal-hal lain di luar ibadah. Tetapi terhadap berita- berita yang negatif, gosip tentang kejelekan orang
lain dan sebagainya, kita memasang telinga lebar-lebar. Semakin kita banyak mendengar berita-berita dari dunia ini semakin kehidupan kita terbentuk sama seperti orang-orang dunia. Itulah
sebabnya mengapa banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh imannya, masih mengenakan manusia lama, padahal Alkitab jelas menyatakan
bahwa "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17).
Apabila kita dengan sungguh-sungguh
mendengarkan firman Tuhan dan menerima firman itu di dalam hati kita, iman kita akan bangkit, aktif dan berfungsi dengan benar, sebab "...tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah."(Ibrani 11:6a).
Mari kita terus belajar mempertajam pendengaran kita terhadap firman setiap hari supaya kita beroleh kekuatan dalam menghadapi permasalahan hidup.
Senin, 03 November 2014
Kuat Di Dalam Tuhan
Ayat Bacaan: Yosua 17:1-18
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya
Efesus 6:10
Banyak orang yang berolahraga agar badannya menjadi sehat dan kuat. Hal ini memang baik sebab dapat membuat kita sehat secara fisik. Begitu pula secara rohani, kita harus menjadi orang yang kuat dan teguh. Efesus mengatakan hendaklah kita menjadi kuat di dalam kekuatan kuasaNya. Menjadi kuat bukan berarti kita tidak pernah menjadi lemah, namun dalam keadaan apapun kita dapat berdiri teguh dan tidak mudah goyah. Kekuatan hidup kita hanyalah di dalam Yesus, sebab Dia adalah sumber hidup kita. Jangan menjadi lemah saat mengalami masalah sebab segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberi kita kekuatan. Memang untuk tetap menjadi kuat tidaklah mudah, sebab seringkali kita menghadapi banyak masalah. Oleh sebab itu, kita perlu senantiasa merenungkan Firman dan melakukannya. Ujian atau masalah yang datang itu tidak pernah terduga sebelumnya, jadi setiap hari kita perlu membekali iman kita dengan Firman Tuhan. Mazmur 1:2-3 mengatakan mereka yang merenungkan Firman Tuhan siang dan malam akan menjadi kuat bahkan akan tetap berbuah dalam kondisi apapun. Kita juga harus melakukan Firman supaya saat ada masalah, kita tidak akan menjadi goyah. Kalau kita ingin menjadi orang yang kuat di dalam Tuhan maka kita harus menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar di dalam kita menjalani hidup ini agar tetap kuat.
Untuk menjadi kuat, hendaklah kita tetap bersukacita, sebab Firman Tuhan mendorong kita agar tetap bersukacita di dalam segala keadaan. Sukacita Tuhan adalah kekuatan kita. Sukacita yang Tuhan berikan berbeda dengan kesenangan yang dunia tawarkan. Bersukacitalah karena Tuhan, supaya kita tetap kuat di dalam Dia. Selain itu, kita wajib memiliki pengharapan di dalam Tuhan, sebab pengharapan di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan, sehingga kita akan dikuatkan. Saat merasa bimbang, marilah kita menaruh pengharapan kepada Tuhan agar iman kita dapat dikuatkan kembali. Yang berikutnya, warnailah hidup kita dengan doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan supaya kita tetap kuat. Saat Tuhan Yesus akan disalib, Ia berdoa kepada Bapa supaya diberikan kekuatan menghadapi semuanya. Begitu pula saat kita mengalami situasi yang buruk, marilah kita berdoa agar kita menjadi kuat. Juga saat kita memuji Tuhan, Ia akan memberikan kekuatan bagi iman kita. Kita akan mengalami kuasa Tuhan.
Tinggallah senantiasa di dalam Tuhan, supaya kita tetap teguh. Jadilah pribadi yang kuat dan teguh di dalam Tuhan. Jangan bimbang. Percayalah Tuhan akan menyediakan kemenangan bagi kita. Amin.
Sabtu, 01 November 2014
God is good all the time, and all the time God is good
Ayat Bacaan: Yosua 22:1-34
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Mazmur 34:9
Dalam sepanjang hidup ini, setiap dari kita tentunya sudah pernah merasakan kebaikan Tuhan. Kita ada sampai dengan saat ini dalam keadaan yang baik tanpa kekurangan suatu apapun, juga merupakan salah satu anugrah serta kebaikan Tuhan yang patut kita syukuri. Bahkan sedikit atau banyak kita semua pasti pernah mendapatkan anugrah dari Tuhan, apakah itu berupa kesembuhan, berkat ataupun pertolongan Tuhan yang lain, sebab Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang penuh dengan kebaikan dan kemurahan. Kebaikan terbesar yang Tuhan nyatakan yaitu ketika Ia rela mengorbankan diriNya di atas kayu salib bagi keselamatan umat manusia, dan tidak ada yang dapat menandingi kebaikan Tuhan. Oleh sebab itu, setiap hari kita perlu bersyukur atas kebaikan yang Tuhan nyatakan. Jangan pernah mengeluhkan kondisi yang kita alami, sebab ketika kita dapat bersyukur kita akan dapat melihat kebaikan Tuhan yang lebih besar lagi.
Mazmur 34:9 mengatakan kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu. Artinya setiap kita perlu untuk senantiasa menghitung, mengingat bahkan mengenal kebaikan yang sudah Tuhan nyatakan, supaya kita tidak gampang menjadi kecewa atau pesimis dalam menjalani kehidupan ini. Kita perlu menyadari bahwa dalam keseharian hidup ini ketika kita dapat bangun dengan keadaan yang sehat ini merupakan wujud kebaikan Tuhan bagi kita. Sekalipun nampaknya sederhana, hal itu menunjukkan bahwa Tuhan tetap menyertai kita. Saat kita sudah mengenal kebaikan Tuhan, maka kita tidak akan cemas lagi dengan hidup ini, sebab Tuhan pasti menyatakan kebaikan demi kebaikanNya bagi kita. Begitu juga dengan setiap kebutuhan hidup, kita tidak perlu kuatir sebab Yesus sudah menyediakan setiap kebutuhan kita. Filipi 4:19 menuliskan bahwa Tuhan akan memenuhi setiap kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Dia adalah Tuhan yang baik dan yang memiliki segalanya. Mereka yang mengenal kebaikan Tuhan akan selalu berharap hanya kepadaNya, sebab Dia dapat selalu diandalkan. Jika saat ini Tuhan sudah menyatakan kebaikanNya, kita harus memiliki iman bahwa sepanjang umur kita, Tuhan akan tetap melanjutkan kebaikanNya, sebab kasih setia Tuhan tidak berubah serta tetap ada untuk selama-lamanya.
Biarlah mulai hari ini kita boleh mengisi hidup kita dengan ucapan syukur. Biarlah kita selalu melihat kasih dan kebaikan Tuhan. Walaupun banyak persoalan yang terjadi, percayalah bahwa kebaikan Tuhan melebihi setiap masalah dan Ia pasti memberikan pertolonganNya bagi kita.
Rabu, 29 Oktober 2014
Kehendak Tuhan yang utama
Baca: Mazmur 143
"Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata." Mazmur 143:10
Di kalangan orang-orang percaya kata kehendak Tuhan sudah menjadi hal yang biasa dan seringkali digemakan. Ketika mengharapkan sesuatu, semisal perihal jodoh/pasangan hidup, kita sering berkata: "Ya...biarlah kehendak Tuhan yang jadi." Ada pula yang dalam banyak hal selalu menggunakan kata kehendak Tuhan ini sebagai senjata supaya kelihatan rohaniah atau Alkitabiah, "Kalau Tuhan kehendaki saya akan aktif dalam pelayanan ini. Saya sih ikut kehendak Tuhan saja dalam hal ini." Namun penggunaan kata kehendak Tuhan yang serampangan ini akan menimbulkan satu pertanyaan: apa sebenarnya kehendak Tuhan itu dan bagaimana kita bisa memahami kehendak Tuhan tersebut?
Dalam kehidupan ini, sadar atau tidak sadar, kita seringkali merasa jauh lebih kuat, lebih pintar, lebih hebat dan lebih tahu daripada Tuhan. Padahal sebenarnya kita ini adalah orang-orang yang lemah dan tak berdaya. Kita selalu berusaha mengatasi setiap persoalan dengan mengandalkan kekuatan dan kepintaran sendiri. Di setiap perencanaan hidup pun jarang sekali kita melibatkan Tuhan dan bertanya kepadaNya, padahal "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." (Mazmur 94:11), karena itu Salomo menasihati, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." (Amsal 3:5).
Kita tidak pernah tahu akan apa yang terjadi di depan kita; besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan dan sebagainya, tetapi Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi, bahkan Dia melangkah lebih jauh dari apa yang ada di pikiran kita, karena Dia Omniscience (Mahatahu); Allah yang menciptakan kita, merancang hidup kita dan membentuk hidup kita. Oleh karena itu kita harus belajar untuk mengerti kehendak Tuhan. Namun seringkali kita melakukan segala sesuatu karena menuruti kehendak diri sendiri, bukan menurut kehendak Tuhan. Kita harus menyadari bahwa kehendak kita tidak pasti, yang pasti hanya satu yaitu kehendak Tuhan. Tertulis, "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana." (Amsal 19:21).
Kita merasa yakin bahwa apa yang akan kita lakukan dan rancangan itu pasti akan berhasil. Kenyataannya? Kita banyak mengalami kegagalan.
Mari lakukan segala sesuatu menurut kehendak Tuhan, bukan kehendak manusiawi kita.
Rabu, 08 Oktober 2014
Menerima Mujizat
Dalam markus 5 dikisahkan tentang seorang perempuan yang bertahu-tahun mengalami sakit pendarahan. Perempuan itu sudah menghabiskan kekayaan untuk berobat, tetapi tidak ada hasilnya. Perempuan itu berkata "Asal kujamah saja jubahnya, aku pasti sembuh. Saat itu juga perempuan itu sembuh.
Dari peristiwa di atas kita dapat melihat sedikitnya ada 4 langkah bagaimana mujizat itu terjadi. Kita pun dapat melakukan 4 langkah berikut agar Tuhan juga berkenan melakukan mujizatnya bagi kita.
Pertama, Ucapkanlah !
Perempuan itu mengucapkan kata kenenangannya dengan iman yang teguh "Asal kujamah saja jubahnya, aku akan sembuh" dia yakin dan sama sekali tidak ragu, meski secara manusiawi, mustahil bagi dia untuk disembuhkan.
kedua, Lakukanlah !
Perempuan itu tidak berhenti pada perkataannya saja. Dia mendatangi kerumunan itu dan melakukan apa yang dikatakannya. Dia tidak hanya berdoa tapi berjuang secara nyata.
ketiga, Terimalah !
Perempuan itu menuai hasil dari apa yang dikatakannya dan diperbuatny detik itu juga. Imannya yang kuat membuat dia bisa menerima mujizat itu.
keempat, Ceritakanlah !
Sewaktu Yesus merasakan ada tenaga yang keluar dari padaNya, Yesus sadar bahwa ada yang menjamah jubahnya. Perempuan itu kemudian mengakui dan menceritakan apa yang dialaminya. Kita pun perlu menceritakan yang kita alami kepada orang-orang disekitar kita agar mereka juga percaya. Dengan kepercayaan itulah mereka juga akan menerima berkat, kesembuhan, dan pemulihan yang sama. Kesaksian akan menghapus keragu-raguan dan akan membawa teladan yang bisa membawa semua orang kembali kepada Tuhan. Dengan iman yang semakin besar, maka mujizat yang kita alami juga akan semakin dahsyat dan luar biasa.
Rumus Mujizat =
katakan + Imani + Lakukan